Latest News

Sehat Pasca Romadhon

 


oleh dr achmad budi karyono 

Setelah sebulan ‘bersemedi’ berjuang menuju derajat yang lebih tinggi sebagai mukmin yang muttaqin, dengan ‘bahasa’ kesehatan orang yang melalui bulan Ramadhan ‘muttaqin’nya akan menjadi orang yang lebih sehat. Karena dalam bulan itu penuh tuntunan yang sesuai dengan pola hidup sehat dan kita melaksanakan dengan baik, patuh dan penuh kesungguhan. Bukan malah seusai Ramadhan berbangga dengan berat badan sudah kembali seperti semula atau bahkan menjadi naik.


Disiplin jadwal makan, setiap mukmin yang menjalankan puasa Ramadhan tentu akan melaksanakan hal ini sesuai tuntunan tanpa ‘mencuri’ waktu sedikitpun, dan setiap orang patuh tidak ada yang menawar. Betapa hal ini sebuah tuntunan yang seharusnya tidak hanya kita lakukan di bulan Ramadhan saja. Jika jadwal makan ini dilakukan dalam seluruh kehidupan sehari hari, tidak sering telat makan insyaAllah setiap mukmin akan sehat.


Menu makanan, ada tuntunan walau sifatnya sunah untuk menyantap jenis makanan ‘tertentu’ saat berbuka. Hal ini juga harus kita ‘kembangkan’ bahwa sebenarnya ada pilihan jenis makanan tertentu untuk keperluan tertentu pula, salah satu contoh berbuka dengan kurma. Allah SwT dalam firmanNya QS Al Baqarah 2:168 juga sudah berpesan kepada kita semua untuk memilih makanan yang halal dan yang baik. ‘Baik’ di ayat itu bisa diartikan jenisnya atau kualitasnya. Menu makanan atau jenis makanan seharusnya selalu kita perhatikan bukan hanya di bulan Ramadhan saja tetapi harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari agar kesehatan kita terjaga.


Porsi makanan, anjuran Rasulullah untuk berbuka dengan kurma dengan jumlah tertentu misal 3 butir. Kita harus mencari hikmahnya mengapa jumlah makanan berbuka selain ditentukan jenisnya juga takaran atau porsinya. Apalagi Allah SwT juga sudah memberi peringatan kepada kita semua dalam QS Al A’raf 7:31 terkait larangan makan yang berlebihan. Kalau kita bisa melakukan hal ini di luar bulan Ramadhan terkait porsi makanan insyaAllah kita akan selalu sehat.


Disiplin makanan ‘ala’ Ramadhan memang masih jarang dilaksanakan orang. Apalagi di era saat ini yang kemanapun kita berada, banyak godaan kuliner di kanan kiri kita. Bahkan beberapa diantara kita mungkin sebagai ‘pemburu’ kuliner walau lokasi jauh di luar kota dan belum tentu sesuai dengan kesehatan atau malah seharusnya menjadi pantangan makanannya. Tetapi karena kuliner atau makanan tersebut sedang viral, tetap diburu dan tidak lupa selfi kuliner.


Jika pendidikan sebulan dalam Ramadhan kita lanjutkan hikmahnya, pada sebelas bulan yang lain, maka semua mukmin akan sehat. Pelaksanaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan individu, hanya pola yang digunakan selaras dengan ‘koidah’ Ramadhan. Disiplin pada jadwal makan, disiplin menu atau jenis makanan, disiplin porsi makanan disesuaikan dengan kondisi individu.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.